Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Pulang yang Tidak Pernah Benar-Benar Pergi

  Pulang yang Tidak Pernah Benar-Benar Pergi Aku pernah berpikir bahwa pulang adalah tentang tempat. Tentang koordinat di peta, tentang rumah dengan cat yang mulai mengelupas, tentang gang sempit yang masih hafal suara motorku. Tapi semakin dewasa, aku sadar: pulang kadang adalah tentang lagu yang tepat di waktu yang salah. Aku ingat pertama kali mendengar suara itu — lirih, jujur, seperti seseorang yang duduk di sebelahmu dan berkata, “nggak apa-apa kalau kamu capek.” Sejak saat itu, perjalanan terasa berbeda. Bukan karena jalannya lebih mulus, tapi karena aku tidak lagi sendirian di kepala sendiri. Kita tumbuh dengan banyak versi diri. Versi yang patuh, versi yang memberontak, versi yang pura-pura kuat. Di antara semua itu, ada satu versi yang sering kita sembunyikan: yang rapuh. Anehnya, justru versi itu yang paling ingin dimengerti. Aku pernah berada di fase mempertanyakan semuanya — pekerjaan, relasi, bahkan mimpi yang dulu terasa sakral. Rasanya seperti berdiri di tengah ...